Di zaman dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, komunikasi dan silaturrahmi tidak lagi menjadi hal yang sulit dan terbatas. Kita dapat menggunakan sosial media sebagai sarana untuk belajar, komunikasi dan silaturrahmi. Hanya dengan sentuhan jari di layar ponsel, kita dapat menyebarkan kebaikan ke seluruh dunia. Namun di balik kemudahan itu, tidak hanya kebaikan yang tersebar tetapi maraknya terjadi ujaran kebencian, penghinaan, penyebaran berita bohong yang dikenal sebagai cyberbullying.
Jarimu Jelmaan lisan
Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah SWT telah memperingatkan bahwa tidak ada satu pun ucapan yang luput dari pengawasannya. Di era digital “ucapan” tersebut telah bertranformasi menjadi status, komentar dan pesan singkat.
Jika kita menggunakan jari kita untuk menghujat, memfitnah, atau merendahkan orang lain, maka setiap hurufnya akan tercatat sebagai beban dosa di akhirat kelak
Bahaya Dosa Jariyah
Salah satu hal yang paling mengerikan dari cyberbullying adalah sifatnya yang abadi (jejak digital). Jika kita menyebarkan fitnah atau komentar jahat yang kemudian dibagikan (share) oleh ribuan orang, maka dosa tersebut akan terus mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia. Inilah yang disebut dengan dosa jariyah.
Cyberbullying dalam Pandangan Islam
Cyberbullying tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Karena perilaku tersebut tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah yaitu untuk membuat akhlak menjadi lebih mulia. Akhlak juga dipahami sebagai ajaran – ajaran yang menyangkut nilai-nilai dan moralitas. Ajaran ini berlaku baik dalam hubungan seorang dengan Allah, maupun antara seorang dengan sesama manusia.
Islam melihat pentingnya akhlak mulia dalam diri seseorang. Bahkan berkenaan dengan akhlak, baik Al-Quran maupun Hadis berulang kali menegaskan pentingnya menjaga perilaku dan perbuatan. Salah satunya terdapat dalam Al-Quran surah Al-Ankabut ayat 45 larangan mengolok-olok:
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk….”
Aksi bullying tidaklah baik dilakukan bagi orang beriman. Karena, mereka yang beriman akan selalu melihat kekurangan yang ada pada dirinya. Alhasil, dia tidak akan mau tahu kekurangan orang lain. Maka hendaknya menghiasi diri dengan sifat yang tawadhu’, merendahkan diri, dan memperbaiki kekurangan diri.
Islam justru mendorong umatnya untuk memperkokoh persatuan. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Quran surah Al-Hujurat ayat 10:
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.”
Cyberbullying memiliki dampak yang sangat serius dan berkepanjangan pada korban. Berikut adalah beberapa dampak bullying yang dapat terjadi:
Dampak Emosional
- Depresi: Korban bullying dapat mengalami depresi yang berkepanjangan, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka.
- Kecemasan: Bullying dapat membuat korban merasa cemas dan takut, bahkan ketika mereka tidak sedang diintimidasi.
- Rendahnya harga diri: Korban bullying dapat merasa tidak berharga dan tidak cukup baik.
- Kesedihan dan kesepian: Bullying dapat membuat korban merasa isolasi dan tidak memiliki siapa-siapa untuk diajak bicara.
Dampak Psikologis
- Gangguan tidur: Korban bullying dapat mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau kesulitan tidur.
- Kesulitan konsentrasi: Bullying dapat membuat korban kesulitan konsentrasi dan membuat keputusan.
- Penurunan prestasi akademik: Korban bullying dapat mengalami penurunan prestasi akademik karena mereka tidak dapat fokus pada pelajaran.
- Pikiran untuk bunuh diri: Dalam kasus yang ekstrem, korban bullying dapat memiliki pikiran untuk bunuh diri atau melakukan perilaku self-harm.
Dampak Fisik
- Sakit kepala dan nyeri tubuh: Korban bullying dapat mengalami sakit kepala dan nyeri tubuh karena stres dan kecemasan.
- Gangguan pencernaan: Bullying dapat membuat korban mengalami gangguan pencernaan, seperti sakit perut atau diare.
- Kelelahan dan kekurangan energi: Korban bullying dapat merasa lelah dan tidak memiliki energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
- Perubahan berat badan: Korban bullying dapat mengalami perubahan berat badan karena stres dan kecemasan.
Dampak Sosial
- Isolasi sosial: Korban bullying dapat merasa isolasi dan tidak memiliki teman.
- Kesulitan membuat hubungan: Korban bullying dapat mengalami kesulitan membuat hubungan dengan orang lain karena mereka tidak percaya diri.
- Penurunan partisipasi dalam aktivitas sosial: Korban bullying dapat mengurangi partisipasi dalam aktivitas sosial karena mereka tidak merasa nyaman.
- Kesulitan mempertahankan hubungan: Korban bullying dapat mengalami kesulitan mempertahankan hubungan dengan teman dan keluarga karena mereka tidak merasa didukung.
Media sosial adalah cerminan hati kita. Apa yang kita tulis mencerminkan siapa kita sebenarnya di hadapan Allah SWT. Pilihan itu ada di tangan kita masing-masing. Apakah jempol ini akan menuntun kita menuju ridho-Nya atau justru menyeret kita ke dalam celaka-Nya. Mari jadikan jari-jari kita sebagai saksi pembela di akhirat dengan hanya menebarkan kata-kata yang bijak dan bermanfaat.

