“Ah, cuma bercanda kok!” Kalimat ini sering kita dengar ketika seseorang mengejek temannya di media sosial. Namun, tahukah kamu? Candaan yang membuat orang lain sedih atau malu sebenarnya bisa termasuk cyberbullying.
Di zaman sekarang, internet sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kita bisa belajar, bermain game, menonton video, dan berkomunikasi dengan teman melalui media sosial. Sayangnya, di balik kemudahan itu ada bahaya yang perlu kita waspadai, yaitu perundungan di dunia maya atau cyberbullying.
APA ITU CYBERBULLYING?
Cyberbullying adalah tindakan menyakiti atau mempermalukan seseorang melalui media digital, seperti media sosial, game online, atau pesan di ponsel.
Beberapa penyebab cyberbullying antara lain kurangnya pengawasan orang tua, keinginan untuk mendapat perhatian, serta adanya sifat anonimitas, yaitu seseorang dapat menyembunyikan identitasnya di internet.
Contoh cyberbullying antara lain:
– Mengirim pesan kebencian
– Menyebarkan informasi palsu
– Mengeluarkan seseorang dari grup online dengan sengaja
– Mengunggah foto atau video untuk mempermalukan orang lain
Cyberbullying terkadang dimulai dari candaan. Namun jika candaan itu membuat orang lain merasa sedih, malu, atau takut, maka itu sudah bukan candaan lagi.
FAKTA CYBERBULLYING DI INDONESIA
Data dari Pusiknas Bareskrim Polri menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 14.512 korban cyberbullying di Indonesia, meningkat sekitar 18,7% dari tahun sebelumnya.
Sekitar 48% anak pengguna internet mengaku pernah mengalami perundungan online. Banyak kasus terjadi di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dalam bentuk penghinaan verbal serta penyebaran rumor.
BAGAIMANA CARA MELINDUNGI DIRI DARI CYBERBULLYING?
- Gunakan Internet dengan Bijak
Gunakan media sosial dengan sopan dan penuh tanggung jawab. Ingat, kata-kata yang kita tulis bisa dibaca oleh banyak orang.
- Jaga Informasi Pribadi
Jangan sembarangan membagikan informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, kata sandi akun, atau data pribadi lainnya.
- Jangan Membalas dengan Emosi
Jika ada yang menghina atau mengejek, jangan langsung membalas dengan marah. Membalas dengan emosi justru dapat memperbesar masalah.
- Simpan Bukti dan Laporkan
Jika mengalami cyberbullying, simpan bukti pesan atau komentar, blokir akun pelaku, dan laporkan kepada orang tua, guru, atau pihak sekolah.
- Peduli kepada Teman
Jika melihat teman menjadi korban cyberbullying, beri dukungan dan ajak teman tersebut melapor kepada orang dewasa yang dipercaya.
PESAN ISLAM TENTANG BERKATA BAIK
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain.” (QS. Al-Hujurat: 11)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Di era digital seperti sekarang, kita memang tidak bisa lepas dari internet. Namun kita bisa menggunakan internet dengan cara yang lebih bijak.
Mari menjadi generasi yang bijak menggunakan media sosial, berani melawan cyberbullying, dan menyebarkan kebaikan di internet.
“Satu kata baik bisa membuat seseorang tersenyum, tetapi satu ejekan bisa meninggalkan luka yang lama.”

